Selasa, 29 Januari 2013

PSIKOLINGUISTIK


JAWABAN SOAL PENDALAMAN SEMESTER
MATA KULIAH PSIKOLINGUISTIK
1.      ‘Lengking serunai mengiris hatinya’
            ‘Lengking seruling mengiris hatinya’
Berdasarkan teori penyimpanan kata, kalimat mana yang membutuhkan waktu pemahaman lebih singkat? Mengapa?
Jawab:
Berdasarkan teori penyimpanan kata, kalimat yang membutuhkan waktu pemahaman lebih singkat yaitu pada kalimat “ lengking seruling mengiris hatinya”. Hal tersebut disebabkan oleh:
a.    Keseringan dalam pemakaian
Pada dasarnya, suatu kata akan mudah diretrif apabila kata itu sering dipakai. Kata seruling lebih sering dipakai daripada serunai.
b.    Pemakaian kata yang konkret umumnya lebih mudah diretrif daripada kata yang abstrak.
c.    Faktor keterkaitan semantik
Yaitu penyimpanan  kata yang mengelompokkan kata dalam satu medan semantik yang sama. Seperti, orang menyebutkan kata jeruk untuk mangga, anggur untuk duku. Kata –kata di atas termasuk dalam satu medan semantik yang sama yaitu buah-buahan. Karena adanya faktor tersebut sehingga kemampuan untuk meretrif kata lebih mudah.( Soenjono,2003: 169- 171)
2.      Baca baik-baik definisi Alan Garnham tentang psikolinguistik. Ada kalimat ‘...to make it possible for people to use language.’Apa maksud to use language di sini? Apa bedanya dari to use language dalam sosiolinguistik?
Jawab:
Maksud dari Alan Garnham tentang definisi psikolinguistik pada kalimat “... to make it possible for people to use language”.
To use language maksudnya penggunaan bahasa dalam aspek abstrak. Yaitu mempelajari proses-proses yang harus dilalui manusia ketika menggunakan bahasa meliputi komprehensi ( proses-proses mental yang harus dilalui manusia sehingga dapat menangkap dan memahami apa yang di katakan orang), produksi( proses-proses mental yang membuat diri kita mampu berujar seperti yang kita ujarkan), landasan biologi dan neurologi, serta pemerolehan bahasa.( Soenjono, 2003: 7)
Namun berbeda dengan maksud to use language dalam sosiolinguistik yaitu penggunaan bahasa dalam aspek konkret. Bahasa digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, alat untuk berintegrasi, alat untuk kontrol sosial ( usaha untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak tanduk orang lain, alat menyatakan ekspresi.( Komposisi,1997:3)
3.      Salah satu contoh mempermudah retrieval adalah keterkaitan semantik. Ini dapat dijelaskan dengan model spreading activation network.
a.    Apa yang dimaksud dengan retrieval kata?
b.    Buatlah contoh menurut model tersebut  untuk kata ‘kamus’
Jawab:
a.    Retrival kata yaitu proses menangkap apa yang di dengar dengan  mengingat kembali, mengkonsep, mengkaitkan kata dengan kata serta menimbulkan keterkaitan antara keduanya.Keterkaitan tersebut disebabkan keterkaitan semantik, persamaan pada awal atau akhir suku kata dll. Misal, kita mendengar kata “ hujan” maka secara otomatis mengkaitkan dengan payung, mendung, banjir, air dan sebagainya.


 

b.     






( Soenjono, 2003: 187-188)
4.      Jelaskan perbedaan antara slip of the tounge dan tip of the tounge. Agar lebih jelas berilah contoh!
Jawab:
a.    Slip of the tounge ( kilir lidah) adalah suatu fenomena dalam produksi ujaran dimana pembicara “ terkilir” lidahnya sehingga kata-kata yang di produksi bukanlah kata yang ia maksudkan.Contoh: paris menjadi baris, komodo menjadi kodomo, variasi menjadi pariasi, macam menjadi macan, bekerja menjadi berkerja, sasana menjadi sanana, basar menjadi bazar, tinggal menjadi tingal, tanggungjawab menjadi tangungjawab, problematika menjadi ploblematika, bersama menjadi bermasa, duku menjadi kudu, dan lain-lain.( Soenjono,2003: 147-153)
b.    Tip of the tounge ( lupa-lupa ingat) adalah suatu fenomena dalam produksi ujaran dimana pembicara tidak ingat sepenuhnya akan suatu kata disebabkan suatu kata tersebut mungkin sudah lama tidak terpakai, akan tetapi dia tidak lupa benar kata-kata itu. Misal, di awali dengan kata “ e..., tadi anu..., itu loe...., si...
Ø  Tadi si anu...pergi dengan temannya.
Ø  Itu loe...binatang kesukaannya
Ø  Itu si siapa yang datang kesini
Ø  Kemarin ibu beli e...e...bersama adik
Ø  Saya mau cari apa itu
( Soenjono, 2003:144-145)
5.      Apa yang anda ketahui tentang leksikon mental dan sistem penyimpanannya?
Jawab:
Leksikon mental yaitu kamus mental yang di dalamnya terdapat sistem yang memungkinkan kita untuk meretrif kembali kata-kata secara cepat. Penyusunannya pun tidak hanya berdasarkan kesamaan bunyi di awal, tengah, maupun akhirsaja tetapi juga berdasarkan keterkaitan medan semantiknya.( Soenjono, 2003: 162)
Sistem penyimpanan sebagai berikut:
Mereka berpandangan bahwa kata di simpan bukan berdasarkan kata tetapi berdasarkan morfem. Jadi semisal kita hanya menyimpan kata “ bawa”. Afiks meN-, ke-, -kan, -i, dan –an di simpan secara sendiri, sehingga penerapannya di sesuaikan dengan persyaratan. Argumen untuk mendukung teori di atas yaitu pertama, bahwa penyimpanan seperti ini lebih hemat, jadi hanya mencampur morfem utama dengan afiks yang relevan. Argumen kedua adalah bahwa waktu yang diperlukan untuk meretrif kata multi-morfemik lebih lama daripada yang bermorfem satu. Argumen yang ketiga adalah datang dari kilir lidah. Bahwa kenyataan orang terkilir lidah salah satunya disebabkan oleh morfem terikat yang tersimpan sendiri.( Soenjono, 2003: 166-168)
6. Bedakan penelitian bahasa jenis observasi dengan jenis eksperimen. Beri masing-masing contohnya dengan sikon Indonesia!
Jawab:
          Penelitian bahasa jenis observasi adalah penelitian bahasa dengan hanya sebatas mengamati ( melibatkan indera penglihatan, pendengaran) perkembangan bahasa sampai titik yang dikahendaki peneliti. Adapun tujuannya yaitu untuk mengetahui perkembangan bahasa tersebut. Misal, seorang ibu yang mengamati perkembangan bahasa anaknya dari usia 1 tahun sampai 5 tahun. Dan setiap tahunnya mengalami perkembangan yang nantinya bisa ditarik suatu kesimpulan.
          Sedangkan penelitian bahasa jenis eksperimen adalah penelitian bahasa melibatkan banyak indera di dalamnya ( pendengaran, penglihatan, perasa) dan pengalaman dengan tujuan untuk  mengetahui jawaban dari suatu permasalahan. Misal, apakah ujaran ibu pada anak berbeda dengan ujaran ayah pada anak? ( lalu perlu eksperimen untuk mengetahui jawaban dari permasalahan tersebut). Tidak hanya mengamati, dan menyimpulkan tetapi juga menganalisis, mengakaitkan serta membuat konsep baru.(Soenjono, 2003: 228-229)
7. Kilir lidah yang sering terjadi memberi petunjuk bahwa ada sistem penyimpanan dalam kamus mental. Berilah satu contoh kilir lidah dalam bahasa Indonesia ( yang mungkin terjadi) dan jelaskan satu sistem penyimpanan terkait.
( jangan mengutip contoh dari buku Soejono)
Jawab:
Misal:
a.       Tolong nanti beli sawi, maksud saya seledri, ya ( sawi dengan seledri masih satu kelompok sayuran).
b.      Tadi ayah beli kursi, eh salah maksud saya almari ( kursi dengan almari masih satu kelompok perabot rumah tangga).
c.       Tolong ambilkan pensil, eh salah maksud saya pena di situ ( pensil dengan pena masih satu kelompok peralatan sekolah)
d.      Cucikan panci di bawah, eh salah maksud saya baskom ( panci dengan baskom masih satu kelompok perabot rumah tangga)
Keempat contoh di awal merupakan kilir lidah yang disebakan oleh kekeliruan seleksi tetapi masih dalam satu medan semantik.( Soenjono, 2003:144-145)
8.      Faktor yang mempengaruhi penyimpanan kata antara lain frekuensi penggunaan. Dalam belajar bahasa asing dikenal metode drill / tubian. Jelaskanlah kaitan antara teori penyimpanan kata tersebut dengan metode drill.
Jawab:
            Metode drill merupakan salah satu metode belajar bahasa dimana menitik beratkan pada kebiasaan atau tubian dalam menggunakan bahasa. Jika proses penyimpanan kata dilakukan secara tubian atau drill secara otomatis hasil penyimpanan berjalan maksimal. Karena belajar bahasa harus dilakukan secara tubian tidak langsung instant melainkan membutuhkan proses yang tidak lama.( Soejono, 2003: 235)
9.      Sepengetahuan anda pemerolehan bahasa secara nurture tidak akan berhasil baik sesudah usia berapa? ( walaupun anak mempunyai LAD), mengapa demikian?
Jawab:
            Menurut saya pemerolehan bahasa secara nuture tidak akan berhasil baik sesudah usia antara 13 sampai 14 tahun. Misal, terdapat anak perempuan di Los Angeles, California yang sebagai objek penelitian namanya Ginie ( Curtiss 1977). Ginie yang ditemukan tahun 1970, disekap oleh orang tuanya dalam kamar yang kecil di gudang belakang rumah selama 13 tahun. Dia di beri makan tetapi tidak pernah di ajak bicara. Ayahnya, yang benci anak dan suara anak, sering menyiksanya sementara ibunya tidak mampu berbuat apa pun. Setelah ditemukan dan kemudian dilatih berbahasa selama delapan tahun. Ginie tetap saja tidak dapat berbahasa seperti manusia lainnya.( Soenjono, 2003: 237)
Dari fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa pemerolehan bahasa harus dilakukan usia 1-14 tahun. Hal tersebut disebabkan bahasa diperoleh secara bertahap dan tubian artinya harus ada keseringan. Saat usia tersebut memori anak untuk menangkap dan menyimpan bahasa lebih besar. Meskipun anak telah memiliki LAD, tetapi jika sudah usia 14 tahun tidak pernah di latih akan menyebabkan LAD tidak berfungsi dengan baik.
10.  Bahasa dna pikiran itu saling terkait. Banyak ahli yang menyetujui hal itu. Bagaimana menurut pendapat anda, berikan bukti untuk mendukung teori anda!
Jawab:
            Menurut saya benar bahwa bahasa dan pikiran saling terkait. Sewaktu kita berbahasa tidak lepas dari pikiran. Berbahasa yang baik harus menggunakan pikiran saat berujar agar pendengar mampu menangkap pembicaraan. Misal, saat kita sedang KBM, kemudian guru menanyakan, “apakah pengertian psikolinguistik menurut anda?” lalu siswa menjawab “ psikolinguistik adalah kajian ilmu yang mempelajari proses-proses mental yang dilalui oleh manusia saat berujar. Saat menjawab pertanyaan dari guru, siswa harus menggunakan pikiran, mengolah kata, merangkai struktur kalimat sehingga kalimat tersebut logis dan mudah di pahami.( Soenjono, 2003: 282-283)


NB:
Saya akan menjadi guru bahasa dan sastra indonesia yang baik sehingga saya tidak berbuat curang.
                                                                                    Tertanda,
                                                                                    Semarang, 3 Januari 2011

                                                                                                Endhi Pujiana
















JAWABAN SOAL PENDALAMAN SEMESTER
MATA KULIAH PSIKOLINGISTIK
Dosen: Arizul Ulumudin, S.Pd, M.Pd




Disusun oleh:
Nama   : Endhi Pujiana
Npm    : 09410160
Kelas   : 5D


JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
IKIP PGRI SEMARANG
2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar