Sabtu, 09 Februari 2013

Pembelajaran Berita dengan Menggunakan Media VideoBerita Online


Pembelajaran Berita dengan Menggunakan Media VideoBerita Online

Di Susun Oleh :
Sun’an Bayu Utoro (09410137)


PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
IKIP PGRI SEMARANG
2012

                              






A.      Latar Belakang

Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi antarmanusia, untuk menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang lain, dari pembicara/penulis kepada pendengar/pembaca. Dalam kehidupan sehari-hari manusia butuh informasi melalui media, baik elektronik maupun surat kabar. Informasi yang disampaikan harus mampu dipahami secara tepat oleh pembaca dan pendengar. Informasi melalui media elektronik dan surat kabar tersebut bentuknya beragam, contoh bentuk pengumuman, laporan, dan berita.
Berita yang baik harus mampu menyampaikan informasi secara tepat kepada pembaca. Oleh sebab itu, dalam membuat berita harus memenuhi unsur berita agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan jelas oleh pembaca. Pemenuhan unsur berita tersebut, agar tidak terjadi salah interpretasi dari pembaca. Penyampaian berita yang baik harus dilengkapi dengan unsur 5 W + 1 H, agar pembaca dapat dengan jelas memahami isi berita tersebut.
Namun, pembelajaran berita seringkali membuat siswa merasa bosan. Oleh karena itu, guru harus lebih kreatif dalam menciptakan suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran. Sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar siswa dan mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Guru yang kreatif harus pandai dalam memilih bahan ajar. Menurut Abdul, bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa belajar dengan baik. Dengan demikian, bentuk bahan ajar paling tidak dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu:
Bahan cetak (printed) antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, model/maket.Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film. Bahan ajar interaktif (interactive teaching material) seperti compact disk interaktif. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video/film adalah bahan ajar yang tepat dalam pembelajaran berita. Siswa dapat menonton video/film agar menimbulkan suasan yang berbeda. Video/film dapat upload melalui situs internet seperti berita online.
Infografik Perkembangan Internet alias si-om dunia maya ini berkembang sangat pesat selama 10 tahun terakhir. Seperti yang kita tahu dunia Internet setiap harinya kian dikenal banyak orang. Di mulai dari usia dini sampai paruh baya, hampir semua tau dan semakin banyak pula yang aktif menggunakannya. Hal ini diperkuat dengan sistem canggih dan kemudahan layanan internet yang sekarang terbilang cukup murah dan mudah diakses di banding dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, membuat jalan mereka menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Begitupun para siswa juga sedang menggandrungi dunia internet. Hal ini yang menyebabkan penulis melihat media internet ini sebagai media pembelajaaran yang dapat merangsang minat belajar siswa, terutama dalam menulis berita
Menurut Alfian, seiring perkembangan zaman metode pembelajaran harus memiliki inovasi dan tidak terlihat monoton. Salah satunya melalui pembelajaran lewat video yaitu video berita online. Banyak hal yang tidak dapat kita pahami behitu saja dengan media pembelajaran yang hanya dilakukan tanpa ada contoh yang spesifik mengenai proses, penyebab dan penjelasn. Oleh karena itu media pembelajaran dengan menggunakan video di berita online diharapkan dapat membantuk pemahaman bagi pelajar.

B.       Tujuan
Tujuan pembelajaran beita dengan menggunakan media berita online yaitu:
1.      Dapat menimbulkan suasan pembelajaran yang menarik.
2.      Dapat menimbulkan rasa senang selama proses pembelajaran, sehingga akan menambah motivasi belajar siswa.
3.      Dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan menganai berita.
4.      Sebagai bahan masukan dalam pembelajaran berita yang inovatif.
5.      Proses pembelajaran lebih fleksibel karena dapat dilihat secara detail dari video yang telah di download dari situs.
6.       
C.      Tinjauan Pustaka
a.      Definisi berita
Berita merupakan hal penting yang dibutuhkan manusia, orang butuh akan sebuah informasi. Informasi yang diberikan bisa dalam bentuk lisan maupun tertulis. Medianya pun beragam bisa lewat media cetak maupun media elektronik. Salah satu bentuk informasi yang dibutuhkan manusia adalah berita. Setiap hari orang haus akan berita untuk menambah wawasan pengetahuan.
Menurut Totok, berita berasal dari bahasa Sanskerta “Vrit” yang dalam bahasa Inggris disebut “Write”, arti sebenarnya ialah “Ada” atau “Terjadi”. Ada juga yang menyebut dengan “Vritta” artinya “Kejadian” atau “Yang telah terjadi”. Vritta dalam bahasa Indonesia kemudian menjadi “berita” atau “warta”.Assegaff, dalam Lutfie memberi batasan, bahwa: Berita adalah laporan tentang fakta atau ide yang termasa (baru), yang dipilih oleh staf redaksi suatu harian untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca. Entah karena luar biasa, entah karena pentingnya atau akibatnya, entah pula karena ia mencakup human interest seperti humor dan emosi.

b.      Unsur Berita (5W + 1H)
Berita yang baik harus memperhatikan unsur berita yaitu 5W + 1H. Unsur ini adalah untuk mengetahui dengan tepat apa yang akan disiarkan atau disampaikan dalam bentuk berita. Menurut Simbolon unsur berita terbagi menjadi 6, yaitu:
What = peristiwa apa yang terjadi?
Who = siapa terlibat?
When = kapan terjadi?
Where = di mana?
Why = mengapa terjadi?
How = bagaimana kejadiannya?
Menurut Chaer, unsur berita yaitu: 1) what kebenaran dengan fakta-fakta yang berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan oleh pelaku atau pun korban dari kejadian itu; 2) who berkenaan dengan fakta-fakta yang berkaitan dengan orang atau pelaku yang terlibat dalam kejadian itu; 3) why berkenaan dengan fakta-fakta mengenai latar belakang dari suatu tindakan ataupun suatu kejadian yang telah diketahui unsur what-nya; 4) where berkenaan dengan tempat peristiwa terjadi; 5) when berkenaan dengan waktu kejadian; 6) how berkenaan dengan proses kejadian yang diberikan.
c.       Pengertian Berita Online
Ketika perkembangan kehidupan manusia berkembang semakin kompleks dimana interaksi antar manusia mulai dipisahkan oleh ruang dan waktu, muncullah jurnalisme online. Kini, berita atau informasi dari berbagai penjuru dunia pun dapat diakses secara cepat dan mudah melalui internet. Web berita online pun bermunculan. Tidak kalah pula, beberapa media cetak mempunyai web berita yang berdimensi secara cetak dan media televisi juga mempunyai web berita.
Berita yang diakses baik dari web berita online, web berita koran maupun televisi mempunyai beberapa perbedaan baik dari content, functionality, navigation, audio or video quality, serta interactivity. Dilihat secara content, web berita online tidak terlalu terpaku pada kaidah- kaidah penulisan yang digunakan jurnalistik pada umumnya. Terkadang dalam isi berita tersebut, tidak mencukupi 5W (what,where,who,why, when) + 1H (how). Biasanya isi berita bersifat straight news (berita langsung), singkat dan mudah dicerna, dalam arti tidak bertele-tele. Pada web berita koran, isi berita yang ditampilkan memenuhi 5W+1H sesuai kaidah penulisan jurnalistik. Pada web mediaindonesia.com, jumlah paragraf dalam satu berita berkisar antara empat hingga tiga belas paragraf. Sedangkan pada kompas.com, pada umumnya berkisar antara empat hingga sembilan paragraf dalam satu berita. Berdasarkan jumlah narasumber, kedua web berita online tersebut biasanya memunculkan dua hingga empat kutipan narasumber. Berbeda pada web berita televisi, misalnya pada web metrotvnews.com, lebih banyak menampilkan content video aktual, dibandingkan berupa teks. Dilihat dari functionality, baik web berita online, web berita koran dan televisi mudah diakses oleh semua orang. Dengan banyaknya media yang tersedia seperti komputer, laptop, notebook, dan jaringan telepon, bahkan dari telepon genggam sekalipun, setiap orang dapat mengakses web secara leluasa dan kapanpun itu.
Dilihat dari navigation, semua orang dapat mudah menemukan content dalam web tersebut. Baik dari web berita online maupun web berita koran dan televisi, telah mengkotak-kotakkan jenis berita sesuai temanya. Seperti contoh berita ekonomi terdapat pada content berita bisnis dan keuangan, peristiwa yang terjadi di Negara lain dapat ditemui pada content internasional, dan begitu seterusnya. Hal ini memudahkan orang untuk melakukan pemilihan berita yang mereka inginkan. Dilihat dari audio or video quality, pada web berita online ada yang menyediakan audio atau video suatu peristiwa yang telah dijadikan berita. Akan tetapi kuantitasnya tidak terlalu banyak, seperti pada web detik.com. Begitu pula pada web berita koran dimana baik audio maupun video tidak begitu banyak yang ditampilkan. Ini dikarenakan karena ia berdimensi dari media cetak sehingga video yang disediakan hanya sedikit, akan tetapi isi beritanya lebih mendalam. Web berita koran lebih memunculkan visual seperti gambara atau foto suatu peristiwa. Berbeda pada web berita televisi. Pada webnya tersebut, cukup banyak menampilkan audio dan video. Bahkan terkadang tidak menampilkan teks berita, akan tetapi rekaman langsung anchor televisi berita dan rekaman peristiwa suatu kejadian. Contohnya adalah web metrotvnews.com. Dilihat dari interactivity, baik web berita online, web berita koran maupun tv melibatkan penikmat berita untuk berpartisipasi dalam setiap berita yang mereka munculkan, seperti menyediakan fitur forum atau surat pembaca untuk menyampaikan pesan, kritik maupun saran.
Web berita online, web berita koran dan televisi sebenarnya tidaklah berbeda jauh. Produk yang dihasilkannya pun sama yaitu berita dan disampaikan secara up to date. Tetapi, tetap ada beberapa perbedaan yang tampak seperti yang telah diuraikan diatas.
D.      Analisis dan Pembahasan
a.      Analisis unsur berita dari video berita online
Materi dalam pembelajaran ini menekankan siswa unuk melatih konsentasi dan daya ingat. Namun dalam pembelajan ini menekankan siswa untuk menganalisis unsur berita. Unusur berita itu berupa 5W + 1H yaitu What = peristiwa apa yang terjadi?, Who = siapa terlibat?, When = kapan terjadi?, Where = di mana?, Why = mengapa terjadi?, How = bagaimana kejadiannya?.
Guru menyiapkan media pembelajaran seperti laptop dan proyektor. Guru menyambungkan laptop dengan internet. Guru mencari berita terbaru dan yang sedang banyak diperbincangan. Guru memerintahkan siswa untuk menonton berita video dari berita online. Guru menampilkan dua berita dari media online. Guru memerintahkan siswa untuk menganalisi unsur berita dari berita yang ditampilkan. Siswa menganalisis unsur berita dan ditulis di buku tulis.
b.      Pembahasan materi
Setelah semua siswa selesai melakukan analisis. Guru memerintahkan siswa untuk mempresentasikan hasil analisisnya di depan kelas secara acak. Guru membahas pembelajaran tentang analisis unsur berita. Pada akhir pembelajaran guru memberikan kesimpulan.
E.       Simpulan dan Rekomendasi
Penggunaan media video berita online dalam pembelajaran berita dapat menimbulkan suasana yang menyenangkan bagi siswa. Siswa dapat belajar menganalisis unsur berita dan mempresentasikan hasil analisisnya. Siswa juga dapat melatih konsentasi dan daya ingatnya mengingat internet adalah juga media yang menarik bagi siswa.
Dengan menggunakan media video Beritra online dalam pembelajaran berita akan berjalan secara alami dan tidak hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Namun siswa juga dapat belajar bagaimana cara mendownload video melalui berita online, bahkan bisa menambah pengetahuan mengenai dunia internet.




















DAFTAR PUSTAKA

Chaer, Abdul. 2010. Bahasa Jurnalistik. Jakarta: Rineka Cipta.
Djuroto, Totok. 2003. Teknik Mencari dan Menulis Berita. Semarang: Dahara Prize.
http: //alfianz93.blogspot.com/
http://www.guraru.org/news/2012/05/31/639/
Lutfie, Muhammad. 2008. Mencari dan Menulis Berita. Bekasi:       Lembaga Pers Bekasi.
Majid, Abdul. 2008. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi    Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Simbolon, Parakitri T. terj. A. Ariobimo Nusantara & Yul Hamiyati. 1997. Vademekum     Wartawan. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar